Pages

Kamis, 20 Oktober 2011

Argo Bromo Anggrek Sruduk Senja Utama Semarang





Peristiwa luarbiasa hebat (PLH) KA bertabrakan dengan KA kembali terulang. PLH kali ini antara KA Eksekutif Argo Bromo Anggrek dari Gambir tujuan Surabaya Pasarturi yang menabrak dari belakang KA Bisnis Senja Utama Semarang (Jakarta Pasarsenen-Semarangtawang). Lokasi kejadian “sodomi” KA ini terjadi di Stasiun Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah dini hari (2/10). Tercatat 34 orang tewas dan 35 luka berat dan ringan.
Penyebab insiden dengan korban nyawa terbanyak di tahun 2010 ini masih diselidiki Kepolisian dan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi). PPNS Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian Kemenhub dan Pusat Keselamatan KA PT KAI (Persero) juga masih menyelidiki kasus tersebut.
Untuk mengetahui penyebab kejadian, dua masinis KA Argo Bromo Anggrek sudah diamankan di Polres Pemalang untuk menjalani pemeriksaan. "Kedua masinis Argo Bromo Anggrek sedang kita periksa. Kita menduga, human error," kata Kapolres Pemalang, AKBP Sofyan Nugroho kepada wartawan di lokasi kejadian kemarin.
Dari informasi yang dihimpun di tempat kejadian di Stasiun Petarukan, Pemalang, tabrakan itu terjadi sekitar pukul 02.46 WIB. Saat itu, KA Senja Utama Semarang berhenti di jalur 3. KA ini berhenti untuk bersilang dengan KA Senja Kediri tujuan Jakarta Pasarsenen dan disusul KA Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya. Saat bersilang tak ada masalah karena KA yang datang masuk di jalur 2 (spoor lurus). Sedangkan saat akan disusul KA Argo Bromo Anggrek, seharusnya KA eksekutif kelas argo ini belok masuk jalur 1.
Namun tak lama setelah bersilang, dari arah barat KA Argo Bromo Anggrek melaju cukup cepat. Monitoring di loko track, kecepatan saat itu 52 km/jam. Padahal saat itu kondisi sinyal masuk masih aspek merah yang berarti jalur di depan belum aman. Karenanya ada dugaan masinis melanggar sinyal masuk sehingga KA melaju lurus ke jalur 3 sehingga tabrakan tak terelakkan.
Benturan keras mengakibatkan kereta paling belakang Senja Utama ringsek tak berbentuk. Sedang kereta-kereta didepannya ada yang ringsek ringan dan anjlok. Ratusan penumpang KA Senja Utama yang saat itu kebanyakan sedang terlelap, langsung kacau balau. Jerit tangis pun pecah dimana-mana. Penumpang yang selamat maupun terluka, berebutan keluar kereta. Tragis dialami para penumpang di kereta paling belakang karena banyak memakan korban jiwa. Puluhan penumpang  tewas dan luka berat karena terjepit badan kereta, hingga tidak dapat bergerak dan kondisinya mengenaskan.
Sontak warga sekitar pun terbangun dan membantu petugas stasiun untuk menolong. Tak lama petugas kepolisian, TNI dan tenaga medis beserta ambulans berdatangan untuk membawa korban yang luka-luka dan meninggal ke RSUD Hasyim Ashari, RS Santa Maria dan RSI Pemalang.

0 komentar:

Posting Komentar